Ruang Covid RSUP Penuh, Epidemiolog Ingatkan Lagi Upaya Pengendalian

Epidemiolog Universitas Andalas Defriman Djafri mengungkapkan bahwa penuhnya ruangan perawatan pasien Covid-19 rumah sakit (RS) terbesar di Sumbar, RSUP M Djamil Padang menunjukan keterlambatan mencegah atau mengantisipasi lonjakan kasus positif dan kematian yang sudah terjadi sejak April. Kondisi yang sama akan terjadi pada RS lainnya jika langkah pengendalian tidak cepat dilakukan.

“Seharusnya “alarm” ini sudah berbunyi sebelumnya untuk melakukan langkah-langkah kongkret yang dilakukan segera oleh kepala daerah dan OPD (organisasi perangkat daerah) terkait dalam pengendalian pandemi ini,” ujar Defriman di GWA Kawal Covid-19 Sumbar, Sabtu (22/5/2021).

Defriman menyampaikan data dari Satgas Covid-19 Pusat yang dianalisisnya memperlihatkan distribusi jumlah angka konfirmasi positif dan kematian di Provinsi Sumbar.

“Dari bulan April 2021, sudah menjadi “early warning” bagi kita semua. Peningkatan angka kematian yang cukup tajam, dalam hampir dua bulan terakhir ini,” kata Defriman yang juga Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas ini. Untuk merespons kondisi bencana non-alam itu, doktor jebolan Epidemiology Universitas Prince of Songkla Thailand ini menyarankan dua langkah yang dilakukan dalam upaya mitigasi dan pengendalian. Yakni, bagaimana menekan angka kesakitan dan angka kematian akibat Covid-19, dan bagaimana upaya yang masih bisa cegah atau selamatkan pasien untuk diselamatkan.

“Antisipasi kesiapan kapasitas sistem kesehatan, tidak hanya infrastruktur tetapi juga manajemen dan respons kedaruratan perlu dievaluasi,” ingatnya.
Defriman mengakui telah melakukan diskusi dengan Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy terkait langkah yang harus segera diambil setelah Ramadhan dan Lebaran.
Langkah tersebut adalah, melakukan testing dan pelacakan riwayat kontak secara masif dalam mendeteksi secara dini dan memutus mata rantai penularan.
“Ini yang saat ini sudah mulai jumlahnya tidak konsisten, seperti tahun sebelumnya, cenderung menurun. Dan ada narasi, no test, no case., yes test, yes case,” jelasnya.
Langkah kedua, menganalisis data kasus saat ini secara komprehensif agar gambaran dan severitas kasus telihat secara jelas. Agar langkah-langkah dan upaya pengendalian tepat dilakukan.

“Tidak ada lagi narasi mengkambinghitamkan atau membanding-bangdingkan aspek-aspek yang dipertimbangkan, tapi tidak adil dalam implementasi kebijakan pengendalian. Semuanya harus dijawab dengan data jika kita ingin mengurai,” tambahnya.
Ketiga, Defriman menyarankan agar menggerakan mesin sosial dan satgas nagari dalam mengontrol penerapan prokes di masing-masing wilayah.
“Perlu lagi menyamakan persepsi dan diskusi terkait potensi risiko serta upaya pengendalian bersama-sama pemerintah, ninik mamak, alim ulama, tokoh masyarakat, akademisi, praktisi, pelaku usaha, NGO dan media,” ajaknya.
Sementara itu, penegakan hukum dan edukasi harus terus dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan ke depan.

Selanjutnya, menata ulang semangat baru untuk “Sumbar Bangkit”. “Kita pikirkan program icon baru biar punya semangat baru produktivitas sosial dan ekonomi Sumbar di masa pandemi kedepan. Mewujudkan masyarakat yang peduli dan semangat menghadapi pandemi ini,” tegasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Direktur RSUP Dr M Djamil Padang Dovy Djanas mengungkapkan kondisi ruang perawatan pasien Covid-19 dan ICU sudah penuh.
“Ingin menyampaikan tingkat keterisian tempat tidur (perawatan pasien Covid-19, red) di RSUP M Djamil sudah penuh saat ini, termasuk untuk fasilitas ICU. Ini yang kita takutkan,” ungkap Direktur RSUP Dr M Djamil Padang Dovy Djanas, di GWA Kawal Covid-19 Sumbar, Jumat (21/5/2021).

Sementara itu menyikapi peningkatan pasien positif Covid-19 dan meninggal, Kepala Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Dr Andani Eka Putra menyampaikan sejumlah masukan kepada pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya.

“Mari kita mendorong dan membantu pemerintah provinsi, kabupaten dan kota, yaitu mengaktifkan tempat isolasi, satgas, siapkan rumah sakit, termasuk ruang isolasi intensif dengan ventilator,” ujarnya.

Penambahan Kasus

Sementara itu, berdasarkan data yang dirilis Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal, pada Jumat (21/5/2021) terjadi penambahan warga positif Covid-19 sebanyak 363 orang. Sehari sebelumnya, bertambah 349 kasus.
“Sampai hari ini telah 41.615 orang warga Sumbar terinfeksi Covid-19. Terjadi penambahan 363 orang positif terinfeksi covid-19. Sembuh bertambah 275 orang, sehingga total sembuh 37.934 orang,” kata Jasman, Jumat (21/5/2021).
Dari 363 orang positif itu, terbanyak masih warga Padang yakni 109 orang. Sedangkan pasien sembuh 275 orang, dan terbanyak warga Padang yakni 45 orang.
Sementara itu, pasien meninggal sebanyak 10 orang. Meningkat dari data sehari sebelumnya, Kamis (21/5/2021) sebanyak tujuh orang.
Jasman mengungkapkan, kecenderungan Positivity Rate (PR) meningkat. PR mingguan Sumbar pada minggu ke-62 ini adalah 8,96%, lebih tinggi dari standard WHO 5%. Meningkat dari minggu sebelumnya di 8,74%.
“Yang patut diwaspadai, positivity rate Sumatera Barat pada minggu ke 62 selalu berada pada posisi 10% sampai 33%. Meningkat,” ingatnya.(idr)

Source: Padek (jawapos)